oleh

Alhamdulillah Anak ini selamat dari terjangan sungai karama

Belajangtv.com – Satu Keluarga Hanyut Terbawa Arus Saat Menyebrangi Sungai Karama, Desa Kalonding, Kecamatan Sampaga, Mamuju Sulawesi Barat.

Kejadian Naas itu, Berawal Saat Sannang (60) Bersama Istrinya  Hj Ondeng (60) dan Cucunya Emma Yang Masih Berusia 5 Tahun Menggunakan Perahu Miliknya Berangkat Dari Dusun Pekkarawang Hendak Menyebrangi Sungai Karama Untuk Menuju Ke Dusun Pedasi Desa Kalonding.

Ditengah perjalanannya diduga perahu tradisional (katinting) yang dikendarainya menabrak kayu hingga perahunya terbalik, sannang dan istrinya terjatuh hingga terbawa arus deras sungai Karama sementera cucunya ditemukan selamat diatas perahu yang nyaris tenggelam akibat perahu bocor pasca menabrak kayu.

Nurdin saksi mata mengatakan kejadian ini diketahui saat mendengar suara meminta tolong. “saya dengar ada suara meminta tolong, setelah itu saya lihat anak – anak diatas perahu, langsung ku ambil perahu ku, baru ku kejar itu anak, untung ada salah satu warga yang melitas kami sama – sama selamatkan itu anak” kata Nurdin

Emma juga nyaris ikut tenggelam, saat itu perahu (katinting) yang dikendarai satu keluaga diduga terbalik namun entah ceritanya seperti apa emma bertahan diatas perahu sebelum warga setempat datang menolongnya.

Usai emma diselematkan warga, emma yang belum paham apa yang terjadi sesungguhnya, ia  menceritakan bahwa kakek dan neneknya terbawa arus dan tenggelam di sungai karama, “nenek sama kakek teriak – teriak jatuh ke sungai, tanganya kelihatan baru pergi” kata emma

Saat itupula warga setempat dengan menggunakan perahu tradisional melakukan penulusuran melakukan pencarian diseputar sungai karama, namun sampai malam hari sannang dan istrinya belum jua ditemukan.

Aparat Desa Kalonding melaporkan kejadian ini dan meminta pertolongan kepada Basarnas, Basarnas beserta tim gabungan dari unsur Brimob Polda Sulbar, BPBD Kabupaten Mamuju diterjungkan untuk melakukan misi kemanusian mencari korban di perairan sungai karama, namun proses pencarian di hari kedua menemui banyak kendala.

Koordinator Tim Rescue dari Basarnas wilayah Mamuju Fathur menuturka  proses pencarian terkendala  arus sungai yang deras serta hujan deras, setiap waktu mengguyur proses pencarian korban.

Akibat cuaca buruk proses pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari.

Keluarga korban satu persatu datang memadati dermaga posko tim gabungan, dengan mimit wajah penuh harap keluarganya yang hilang segera ditemukan baik keadaan selamat maupun tidak.

Para pembaca diharapkan untuk ikut mendoakan semoga korban segera ditemukan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *