oleh

Angka Siswa Putus Sekolah di Mamuju Menurun

BelajangNews – Lima tahun terakhir jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat menurun. Pada tahun 2015 anak putus sekolah sebanyak Sembilan ribu lebih, namun pada tahun 2020 angka putus sekolah tersisa kurang lebih seribu orang.

Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid mengatakan angka putus sekolah disebabkan karena kemampuan orang tua saat awal masuk sekolah seperti biaya pembelian baju seragam dan perlengkapan lainnya.

Menurutnya, melalui program Pemerintah Kabupaten Mamuju pemberian seragam gratis mampu menekan angka putus sekolah di Kabupaten Mamuju.

Bupati Mamuju H. Habsi Wahid menyampaikan diawal periodenya telah mengembalikan siswa putus sekolah melalui program gerakan kembali bersekolah secara massal.

launching gerakan kembali bersekolah sebanyak 3.376 siswa ditahun 2016 lalu yang diselenggarakan di anjungan pantai manakarra mamuju, saat itu menyita perhatian publik di tanah air. Sebab gerakan kembali bersekolah tersebut telah memecahkan rekor MURI dengan kategori pengembalian siswa bersekolah yang terbanyak sepanjang sejarah.

Arsip wawancara tahun 2016 rekaman Belajangtv.com,  senior manager MURI Jusuf Ngandri mengatakan program kembali bersekolah yang dipelopori Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Mamuju, adalah program yang sangat luar biasa dan terbanyak sepanjang sejarah ditanah air maupun dunia.

Terkhusus untuk pendidikan di Kecamatan Tapalang, Tapalang Barat dan Pulau Balabalakang, dihadapan tokoh masyarakat pada pelaksanaan program Sahabat Rakyat Virtual Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamuju telah mengalokasikan anggaran sebeser 8,5 Miliar dana tersebut khusus untuk perbaikan sekolah SD dan SMP di tiga kecamatan. (B/b)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *