oleh

IPSI Mamuju Sukses Menggelar Musyawarah Kabupaten II

BelajangNews – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Mamuju Menggelar  Musyawarah Kabupaten II yang dilaksanakan di aula kantor PTSP Kabupaten Mamuju dengan protocol covid – 19. Minggu 5 Juli 2020

Musyawarah IPSI Mamuju dihadiri Ketua IPSI Sulbar dalam hal ini diwakili sekertarisnya, Ketua KONI Kabupaten dan Pengurus Perguruan Pencak Silat Sekabupaten Mamuju.

Pelaksanaan musyawarah II IPSI Mamuju bertujuan untuk membentuk pengurus baru dan menetapkan program kerja periode 2020 s/d 2024.

Rahmat Tahir Ketua IPSI Mamuju Periode 2014 – 2018 mengungkapkan bahwa seharusnya musyawarah IPSI akan dilaksanakan tahun lalu namun berbagai kendala dan kesibukan ditambah dengan adanya pemberlakuan social distancing akibat pandemi virus corona sehingga baru kali ini bisa dilaksanakan dengan tetap melakukan protokol kesehatan covid – 19.

Pada pelaksanaan musyawarah tersebut Rahmat Tahir menyatakan sikap untuk tidak maju lagi pada periode kepengurusan tahun 2020 – 2024.

“saya menyatakan sikap untuk tidak bersedia lagi menjabat sebagai ketua pada kepengurusan berikutnya, saya berharap organisasi ini tidak dititipkan kepada orang luar, namun yang perlu menjadi ketua adalah orang intelnal IPSI sendiri” katanya

Lanjutnya, Saya bukan orang pencak silat namun mungkin karena almarhum orang tua saya salah satu pendiri IPSI Mamuju sehingga dengan historis itulah,  periode sebelumnya teman – teman mengamanahkan ke saya di periode sebelumnya.

Dengan demikian Rahmat Tahir memita kepada pengurus perguraan pencak silat mamuju untuk memilih internal IPSI itu sendiri.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Mamuju, H Samiran mengatakan mengapresiasi masa kepengurusan IPSI Tahun 2014 – 2018 yang dinahkodai Rahmat Tahir yang terbilang sukses mengatarkan IPSI satu periode.

“saya berterimakasih kepada ketua IPSI yang telah mengharumkan nama kabupaten di tingkat provinsi, IPSI ini merupakan salah satu tulang punggung Kabupaten Mamuju, penyumbang emas pada Pekan Olahraga Provinsi II di Polman dan III di Majene” ujar Ketua KONI

IPSI adalah salah satu cabang olahraga tulang punggung penyumbang emas kabupaten Mamuju, IPSI ini masuk sebagai salah satu cabor prioritas koni kabupaten Mamuju. Sambung Ketua Koni

Dengan begitu H. Samiran sependapat dengan Rahmat Tahir agar musyawarah kali ini IPSI Mamuju memilih kader atau internal IPSI itu sendiri karena di anggap lebih mengetahui seluk beluk pencak silat.

“Bermusyawarahlah dengan baik untuk memilih pemimpin yang baik, pilih pemimpin yang punya kepedulian untuk memajukan pencak silat, pilih pemimpin yang akan berkonsentrasi bukan hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah namun pemimpin yang memiliki kepedulian untuk lebih memajukan pencak silat dan meningkatkan prestasi yang telah dicapai oleh kepengurusan sebelumnya” pesan Ketua Koni Mamuju, H. Samiran Kepada peserta musyawarah

Ketua Koni Mamuju juga memerintahkan  agar segera mungkin melengkapi kepengurusan, dengan melibatkan porsinil yang benar – benar punya komitmen dan perhatian memajukan organisasi sehingga kepengurusan IPSI Mamuju semakin solid.

Sementara itu, ketua IPSI Provinsi Sulawesi Barat yang dalam hal ini diwakili sekertarisnya, H. Kaharuddin menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Musyawarah Kabupaten II IPSI Mamuju yang sekaligus membuka secara resmi pelasanaan musyawarah.

Musyawarah II IPSI Kabupaten Mamuju yang berlangsung dari pukul 13.30 Wita Hingga 17.00 Wita bermufakat memilih ketua IPSI secara aklamasi.

Pada musyawarah tersebut 9 perguruan silat yang terdaftar di Ikatan Pencak Silat Indonesia Kabupaten Mamuju bermufakat memilih Wahyuddin Firdaus sebagai ketua IPSI Mamuju Masa periode 2020 sampai dengan 2024.

Atas keterpilihannya sebagai ketua IPSI Mamuju, Wahyuddin Firdaus  mengucapkan terimakasih banyak kepada pengurus lama dan terima kasih kepada perguruan yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

 Wahyuddin Firdaus berjanji akan berkomitmen memajukan IPSI di masa kepemimpinannya, sejumlah kegiatan telah dijanjikan wahyu antara lain peningkatan kualitas pelatih, penyedian sarana dan prasarana, pertandingan pencak silat dan penyedian padepokan pencak silat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *