oleh

Dituding tidak “welcome” Begini Jawaban Kadis Pertanian

BelajangNews – Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Mamuju Alwinuddin, mengaku bingung atas tudingan yang di alamatkan ke dirinya yang menyebutkan ia tidak welcome dalam upaya aktualisasi bantuan kepada para petani, bahkan di pandang cenderung mempersulit kebijakan terkait singkronisasi dengan berbagai pihak dalam upaya membantu para petani.

lewat keterangan yang disampaikan Senin, 6 juli 2020, di kantornya di jl. Martadinata, Pimpinan Dinas yang dulu dikenal dengan sebutan Dinas pertanian ini mengaku sedikit bingung atas tudingan tersebut, karena dirinya hingga saat ini tidak merasa mempersulit hal itu.

Namun demikian, ia menegaskan semua  bentuk upaya penyaluran bantuan kepada kelompok tani harusnya tetap mengedepankan prosedur yang didasarkan pada perencanaan sehingga tidak keluar dari koridor yang seharusnya,

semua kegiatan hendaknya bisa di singkronisasi pada perencanaan yang telah diajukan ke Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan ( Bappepan ) Jadi sifatnya tidak ada program yang tiba-tiba, karena semua harus melalui tahapan perencanaan,kata Alwi.

Ditambahkan, terkait program bantuan benih jagung, dirinya mengaku setiap tahun bantuan benih tersebut memang telah diterima Pemkab Mamuju dari APBN melalui Kementerian Pertanian, dan tahun ini juga proposalnya telah diajukan, baik melalui Bappepan yang diteruskan ke pusat maupun melalui aplikasi E-Proposal yang setiap tahun dilakukan penginputan.

Menajamkan penjelasannya soal tidak adanya niat menghalangi bahkan mempersulit adanya bantuan dari pihak lain, Alwi mencontohkan adanya bantuan pemerintah pusat melalui Satuan Kerja (Satker) Dinas pertanian Provinsi yang juga dalam waktu dekat setelah benih jagung rampung akan segera didistribusikan oleh Dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan kabupaten mamuju kepada kelompok tani penerima.

kita semua harus pahami ada prosedur yang tidak bisa di langgar, karena jika itu dilakukan maka pasti akan berdampak tidak baik, dicontohkan Bibit yang akan disalurkan ke masyarakat petani tentu harus lebih dulu dilakukan pemeriksaan Laboratorium oleh Balai Sertifikasi benih untuk menguji kelayakan varietas bibit jangan sampai apa yang diterima oleh para kelompok tani tidak layak tanam.

belum lagi kata Alwi, soal kelompok tani yang akan menjadi penerima harusnya sesuai dengan data yang telah terverifikasi dan telah terinput pada sistem sebagai kelompok tani yang memang layak untuk menerima bantuan. (RMHS/B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *