oleh

dr Hajrah As’ad : Peningkatan Ketahanan Dan Kesejahteraan Keluarga Merupakan Pencerminan Dari Pelaksanaan Delapan Fungsi Keluarga

BelajangNews – Kepala Dinas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional  Kabupaten Mamuju secara terus menerus dan inovatif untuk meningkatkan keterpaparan masyarakat akan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

dr Hajrah As’ad Kepala dinas BKKBN Kabupaten Mamuju mengatakan Peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dapat ditelusuri melalui berbagi indikator yang merupakan pencerminan dari pelaksanaan delapan fungsi keluarga. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga. Dalam PP disebutkan delapan fungsi keluarga meliputi (1) fungsi keagamaan, (2) fungsi social budaya, (3) fungsi cinta kasih, (4) fungsi perlindungan, (5) fungsi reproduksi, (6) fungsi sosialisasi dan pendidikan, (7) fungsi ekonomi dan (8) fungsi pembinaan lingkungan.

Prinsipnya Program KKBPK mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Keberhasilan program KKBPK dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, aspek pengendalian kuantitas penduduk, kedua, aspek peningkatan kualitas penduduk yang dalam hal ini diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarganya, tegas Nofrijal.

Selain itu kata dr Hajrah As’ad, di dalam survei indikator kinerja RPJMN program KKB tahun 2015, terdapat lima dari delapan permasalahan menyebutkan bahwa masyarakat masih mempunyai pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran yang rendah mengenai informasi program KKBPK. Permasalahan yang dihadapi oleh BKKBN meliputi: (1) Masih rendahnya PUS yang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang semua jenis metode kontrasepsi modern,(2) Masih rendahnya pengetahuan remaja tentang Generasi Berencana/KRR,(3) Masih rendahnya pemahaman dan kesadaran keluarga tentang 8 fungsi keluarga, (4) Masih rendahnya keluarga yang mengetahui tentang isu kependudukan.

.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *