oleh

“Garis Tangan” Habsi Wahid

BelajangNews Tiada yang pernah menyangka figur Asli putera Daerah yang terlahir sebagai satu-satunya putera dari enam bersaudara pasangan Alm. H. Abd, Wahid dan Alm. Hj. Annisa kini menjadi salah satu sosok sentral di Bumi Manakarra saat ini.

Adalah Drs. H. Habsi Wahid, MM sosok yang telah mampu merebut hati masyarakat Mamuju pada kontestasi Pilkada 2016 menjadikannya orang nomor satu di Ibu kota Sulbar sebagai seorang Bupati.

Awal kariernya yang benar-benar dirintis dari bawah sebagai PNS dengan pangkat golongan 2b pada Dinas Perkebunan Sulawesi Selatan kala itu menjadikannya benar-benar matang dalam meniti karier profesionalnya sebagai Abdi Negara, kiprahnya yang terbilang menonjol di pemerintahan di tambah “Garis tangan” yang menuntunnya untuk terus maju, membawa pria berzodiak Taurus kelahiran 30 April 1958 mengalami lompatan-lompatan cepat dalam urusan kedinasan.

Keputusannya untuk hijrah dan mengabdikan diri ke tanah kelahirannya Mamuju pada tahun 1997 adalah awal mula munculnya HW akronim nama Habsi Wahid sebagai salah satu birokrat yang diperhitungkan. tidak lama setelah kepindahannya ia langsung ditunjuk sebagai Kepala bagian ekonomi setelah beberapa saat menjadi tata usaha Dinas Tata ruang Mamuju, keterampilannya melakukan dinamisasi tanggung jawab disektor ekonomi akhirnya melejitkan posisinya menjadi Kepala Dinas Pendapatan daerah, selanjutnya menduduki Kepala BPKAD,  tidak mentok sampai disitu ia bahkan dipercaya menjabat Sekretaris Daerah yang langgeng didudukinya selama 11 tahun untuk mendampingi berturut-turut dua orang Bupati.

Sama sekali tidak pernah terlihat membangun wacana ingin terjun kedunia politik, namun lagi-lagi “Garis Tangan” menuntunnya mengambil jalan lain, diakhir karirnya sebagai ASN Habsi memutuskan untuk ikut meramaikan kontestasi Pilkada, bersama H.Iwan SP Pababari langkahpun mulus mendudukkannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mamuju hingga sekarang.

Memimpin Mamuju sebagai ibu kota yang masih belum berstatus kota menjadi tantangan tersendiri bagi “duet” beda generasi ini, namun dengan berbagai Treatment dan pendekatan yang dilakukan akhirnya berhasil mendorong Kabupaten Mamuju untuk meraih sejumlah apresiasi dan penghargaan dari sejumlah lembaga yang berkompeten, mulai dari Predikat tertinggi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebagai indikator pengelolaan keuangan yang baik yang diraih beruntun dan diganjar penghargaan oleh menteri keuangan, hingga penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM sebagai Daerah peduli HAM, adapula penghargaan dari Menteri Kesehatan RI sebagai apresiasi keberhasilan membebaskan Mamuju dari penyebaran penyakit Malria, hingga penghargaan dari Ombudsman RI atas keberhasilan meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat Mamuju, penghargaan lain berupa dana rakca 2016 dari presiden RI sebagai daerah berkinerja baik dibidang pengelolaan keuangan daerah pelayanan dasar publik ekonomi dan kesejahteraan,  ada pula penghargaan dari bpjs ketenaga kerjaan atas peran aktif dan kepeduliannya terhadap perlindungan pegawai pemerintah bukan aparatur sipil negara dalam program jaminan sosial ketenaga kerjaan 2018, selanjutnya penghargaan dari menteri PPPA kepada Bupati Mamuju sebagai inisiator kabupaten menuju Kabupaten layak anak 2018, national procurement award dari LKPP (lembaga pengadaan barang atau/jasa pemerintah 2018 sebagai pusat keunggulan center of excellence) pengadaan barang/jasa, lain lagi penghargaan dari BPKP kepada Pemkab Mamuju atas keberhasilan mencapaian maturitas SPIP level 3 tahun 2018, selanjutnya penghargaan kepada Kab. Mamuju sebagai nominasi tim pengendalian inflasi Daerah (PPID) kab/kota berkinerja terbaik wilayah sulawesi dari Menko Bidang Perekonomian RI.

Uniknya, selain terus berupaya menggalakkan pembangunan bersifat fisik materil, Habsi Wahid tidak pernah melupakan pembangunan non fisik berupa pembangunan mental spiritual masyarakat yang dimulai dari Gerakan Mamuju Mapaccing yakni sebuah insisiasi untuk menjadikan masyarakat Mamuju untuk terbiasa hidup bersih, hingga kepersoalan Aqidah yang dilakukan dengan gerakan shalat Subuh berjamaah, maupun pembangunan TPA-TPA di semua desa dan kecamatan yang tujuannya untuk mewadahi munculnya embrio generasi yang cerdas namun tetap agamis dan beretika.

Menutup periode pertama kepemimpinannya di akhir tahun 2019, Habsi tengah berkonsentrasi untuk mewujudkan mimpi masyarakat Mamuju akan hadirnya ruang public yang humanis namun tetap elegan yang telah diterjemahkannya dalam pembangunan Landscape Mamuju yang meliputi pembangunan Tower megah ditengah Kota Mamuju, beriringan dengan itu beberapa sentra wisata seperti air terjun dan wisata pantai tengah digarap untuk menjadikan sektor wisata sebagai komuditas unggulan daerah, mengingat Mamuju memang ditopang dengan kekayaan dan Panorama ibarat “surga yang tersembunyi”.

Menjadi pembeda, Pria yang kerap berkacamata ini selalu memegang teguh prinsip berpolitik “biarkan mengalir” sehingga ia mengaku tak pernah mengalami gangguan tidur untuk memikirkan angan yang diyakininya telah ada yang mengatur.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *