oleh

Habsi – Irwan Hadir Memberikan Harapan Bagi Masyarakat Bela Kopeang Untuk Bangkit & Sejahtera

BelajangNews – Desa Bela dan Kopeang  adalah desa yang terbilang cukup jauh, sulit dijangkau dan tergolong desa terisolir, berbatasan langsung dengan desa Baruru kecamatan Aralle kabupaten  Mamasa. Desa ini tergolong terpencil dipegunungan. Akses jalan menuju ke desa yang berjarak 35 Km dari ibu kota kecamatan tapalang sangat sulit dan medannya yang ekstrim, sehingga tentulah sangat membahayakan bagi para pengguna jalan.

Akses jalan yang berlumpur dan  jurang yang sangat curam ini tidak bisa ditempuh dengan kendaraan biasa. Butuh kendaraan berspesifikasi khusus untuk menjangkau desa ini sehingga berakibat pada akses pendidikan, kesehatan dan perekonomian warga  menjadi sangatlah sulit.

Kehadiran Habsi-Irwan di kedua desa ini menjadi sebuah momentum sejarah. Sejak berdirinya kedua desa ini baru habsi irwan bupati dan wakil Bupati yang pertama kali menginjakkan kaki di desa bela dan kopeang.

Dalam pertemuan yang digelar dimasing masing desa memiliki problem yang sama, infrastruktur jalan, masalah fasilitas umum, serta rendahnya kualitas hidup masyarakat.

“ kami masyarakat di dua desa ini benar benar merasakan kesulitan, kondisi jalan kami yang sangat ekstrim dan berbahaya. Pernah di rintis  dimasa lalu pemerintahan Almalik Pababari jadi Bupati namun  setelah pergantian kepemimpinan selama 10 tahun akases jalan sama sekali tidak tersentuh. Alhamdulillah dimasa Habsi-Irwan ini ada pembangunan akses jalan namun itu sama sekali belum cukup . Selanjutnya, sumber listrik yang berasal dari tenaga surya  dan turbin memanfaatkan aliran sungai juga belum mampu menerangi sepenuhnya desa ini. Begitupun dengan pertanian, didukung dengan  sumber daya alam yang sangat baik namun belum dikelola dengan maksimal. Keterbatasan alat pertanian membuat hasil pertanian tidak bisa maksimal. Semuanya sangat sulit didesa ini. “ungkap Jamaluddin tokoh Masyarakat.

Kehadiran Habsi-Irwan di desa menjadi satu kesempatan yang baik untuk secara langsung menyampaikan keluh kesah dan segudang harapan Masyarakat yang ada di desa bela dan kopeang.

Habsi Wahid dengan sesekali memakai bahasa daerah  dalam sambutannya menyampaikan bahwa  Kedatangan kami ini sebagai bentuk kewajiban dari pemimpin atau calon pemimpin kedepannya untuk hadir secara langsung ditengah Masyarakat, menggali informasi sedalam dalamnya, menampung, menyalurkan dan mendengar berbagai masukan, saran dan aspirasi dari masyarakat secara langsung.

Setelah mendengar dan melihat langsung Habsi-Irwan berjanji akan menjadikan desa Bela-Kopeang masuk menjadi prioritas pembangunan dimasa akan datang.

“Yang paling utama kita akan benahi adalah akses jalan demi menujuang pembangunan di desa bela dan kopeang. Warga desa ini mayoritas berprofesi sebagai petani. Dengan adanya akses jalan maka akan menjadi factor penunjang kebangkitan perekonomian masyarakat, khususnya untuk mengangkut hasil kebun dan pertanian” kata Habsi didepan masyarakat kopeang. Sabtu (14/11)

Selain jalan, lanjut habsi, kita akan komitmen untuk menghadirkan listrik bagi seluruh warga desa bela dan kopeang. Pembangunan infrastruktur kelistrikan akan menjadi prioritas kami dan akan mengkomunikasikan dengan PT PLN (persero) untuk hal ini.

Salah satu potensi desa bela kopeang yang juga patut untuk didorong adalah potensi pertanian. Bela dan kopeang memiliki Sumber daya alam yang baik namun belum dapat dimaksimalkan

Daya dukung lahan di desa ini perlu kita maksimalkan. Jenis tanah, kemiringan tanah, ketinggian tanah dan hidrologi   sangat cocok untuk kita dorong menjadi desa yang memiliki komoditas unggulan  berupa tanaman holtikultura. Apalagi Sulawesi Barat khususnya Mamuju akan segera menjadi daerah penyangga ibu kota Negara dikalimantan kedepannya. Sehingga dukungan Pemerintah daerah perlu dimaksimalkan.

“Kepemimpinan Habsi-Irwan dalam 5 tahun kedepan tentu cukup banyak. Namun desa Bela dan kopeang tentu akan jadi skala prioritas. Kita akan bangun bela dan kopeang, kita akan buat bela dan kopeang bangkit dan Sejahtera’. tutup Habsi Wahid.

Komentar