oleh

Irwan SP Pababari Hadiri Acara Ngaben Pitra Yadnya

BelajangNews – Penduduk Kabupaten Mamuju sangat beragam dari sisi suku bangsa, agama, ras, bahasa, budaya dan lainnya, dengan demikian Kabupaten Mamuju dijuluki sebagai Indonesia Mini.

Dengan keberagaman tersebut, menjadikan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat yang terletak di tepi barat pulau Sulawesi, terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun, hal itu, terwujudkan akibat sikap dan perilaku toleran warga yang mendiami tanah Manakarra yang diapit oleh pantai dan perbukitan berlapis cokelat.

Sikap toleran warga tentu ditunjang dengan kebijakan toleran pemerintah daerah, hal ini terus dijaga oleh Pemerintah Daerah.

Irwan Satya Putra Pababari hadiri ditengah – tengah umat Hindu yang melangsungkan acara ngaben Pitra Yadnya atau ngaben secara kolektif.

Upacara keagamaan tersebut diselenggarakan di Desa Tommo, Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju.

Diawali dengan Sambutan Ketua PHDI Kabupaten Mamuju (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Iwayan Buja mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Mamuju Irwan Satya Putra Pababari.

“Kehadiran Wakil Bupati Mamuju Irwan Satya Putra Pababari karena beliau menaruh  perhatian khusus dan kasih sayang kepada kita semua.

Empuh Nabe Jaya Acaria Nanda menjelaskan inti daripada kegiatan Ngaben Pitra Yadnya atau Ngaben Secara Kolektif tersebut adalah mengantarkan roh kepada sang pencipta.

“Upacara Pitra Yadnya Yadnya atau Ngaben Secara Kolektif ini adalah mengantarkan roh kepada sang pencipta atau mengembalikan kepada asalnya. Acara ini adalah salah satu acara ritual dalam agama hindu yang sifatnya wajib”. tambahnya

Sementara itu Wakil Bupati Mamuju dalam sambutannya mengatakan setiap pelaksanaan kegiatan tersebut selalu mendapatkan undangan dan menyempatkan hadir ditengah – tengah ummat hindu.

“Tentu ini adalah sebuah penghormatan bagi saya karena setiap acara saya pasti selalu diundang”. Ujar irwan

Lebih lanjut, irwan menuturkan sangat senang mendengar ceramah – ceramah dari ustad, pandita dan guru – guru yang lain untuk diri saya sendiri, karena apa yang disampaikan tadi oleh pak pandita hampir ada kesemamaan secara universal, contoh, disampaikan tadi bahwa manusia itu berasal dari 4 unsur dan kamipun meyakini seperti itu. (B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *