oleh

Kapal tanker tabrak perahu tradisional, 10 nelayan nyaris tewas di laut Majene.

BelajangNews.Majene – Sebuah perahu nelayan tradisional ditabrak kapal tanker  di tengah laut Majene, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (21/6/19) dini hari sekitar pukul 03:00 Wita.

Akibatnya Perahu nelayan asal Lingkungan Garo’go Kelurahan Baru Kecamatan Banggae, kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.  yang berukuran panjang sekira 6 meter dengan lebar 3, 5 meter itu hancur berantakan dan sempat tenggelam saat ditabrak kapal tanker berukuran besar di perairan Majene, sekira 25 mil atau 40,225 kilometer (1 mil = 1.609 km) dari bibir pantai Majene.

“kejadiannya di tengah laut masih di perairan Majene tepatnya di rumpon, perahu bodi bernama “Bura’ Coklat” yang dinakhodai oleh Sarifuddin (50) , saat sampai di rumpon kami membuang jangkar perahu sembari beristirahat menunggu ikan berkumpul, didekat rumpon pukul 3 subuh”. Kata Sudirman salah satu awak perahu nelayan saat dihubungi jurnalis sandeqposnews.com melalui via telepon.

Lebih lanjut, kami 10 orang awak perahu dalam kondisi beristirahat, karena perahu buang jangkar di dekat rumpon jam 3 subuh rencananya nanti jam 6 pagi baru kita buang jaring ikan ke laut.

Sudirman mengisahkan, dia dan seorang awak sedang di dalam kamar beristirahat, sementara delapan awak termasuk nakhoda Sarifuddin di luar kamar.

“Tiba-tiba perahu goyang keras dan terlempar. Saya panik lalu berusaha keluar karena terkunci pintunya,” kisahnya.

Sudirman berupaya mendobrak atap perahu dibantu temannya, lalu bersama awak lainnya melompat ke laut. Sementara Sarifuddin dan awak perahu Ending (30) masih berada di perahu.

“Dua orang itu ada di perahu, ikut terus di tarik ke dalam laut. Tenggelam” ujarnya.

Menurutnya, kapal tanker menabrak perahu dengan menarik tali jangkar hingga sejauh 5 mil, sehingga Sarifuddin dan Ending tertarik sejauh itu pula.

Padahal, kata Sudirman, lampu perahu sangat terang. Sedangkan kapal Tanker tidak diketahui datangnya,  bahkan tidak membunyikan klakson.

“Kita nyalakan memang selalu lampu kalau di tengah laut, tapi itu kapal na tabrak jangkar baru Tidak dia bunyikan klaksonnya,” tutur Sudirman

Saat perahu tenggelam dan sebagian bodi perahu berantakan, delapan awak perahu berupaya berenang dan meraihgabus berukuran  antara 120 centimeter persegi empat untuk dijadikan sebagai pelampung.

Sementara Syarifuddin dan Ending masih terombang ambing bersama rongsokan perahu.

Beruntung pada pukul 06:00 pagi, sebuah perahu pemancing dengan awak empat orang dua diantaranya anak – anak, asal Passarang Selatan lewat lalu menolongnya.

Sepulu awak naik ke perahu Pa’gae. Sementara perahu “Bura Coklat” yang sudah berantakan itu pun turut ditarik hingga ke pantai Ga’roggo, Majene.

Atas kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian ekonomi ditaksir belasan juta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *