oleh

Masyarakat Mamuju Masih Minati Kontrasepsi Jangka Pendek

BelajangNews – Penggunaan metode kontrasepsi modern di Mamuju belum begitu diminati oleh masyarakat kususnya dipedesaan, masyarakat masih memilih menggunakan kontrasepsi suntik, pil dan bahkan kontrasepsi tradisonal.

Kontrasepsi modern tidak diminati lantaran masih banyaknya beredar mitos di tengah – tengah masyarakat tentang penggunaan kontrasepsi modern, fakta ini berakibat kehamilan yang tidak terencana sesuai harapan pemerintah dalam hal ini BKKBN.

“Masih banyak masyarakat yang percaya mitos, bahwa kontrasepsi modern itu ada efek sampinganya, dengan begitu kami terus melakukan konseling, informasi, dan edukasi terus kami upayakan supaya betul-betul masyarakat paham,” ujar Hasnih Koordinator Penyuluh KB Kec. Simboro, Kab Mamuju Sulbar.

Apa yang menjadi kendala di Kampung KB selama ini??

Sebenarnya Kendala kami selaku  Penyeluh KB sangat banyak namun kami juga selalu mencari cara untuk bisa memanilisir misalkan kita melakukan pendekatan ke ketua formal dalam hal ini kepala desa, tokoh masyarakat yang ada di kampung KB.

“Jujur kami tidak bisa berkerja sendiri harus terlibat seluruh unsur terkait yang ada di Desa, karena masyarakat masih cenderun memilih kb suntik dan pil karena pemahaman masyarakat di desa tentang kb masih minim”. Masih katanya

Apa penyebabnya??

Disebabkan ada beberapa faktor salah satunya faktor budaya dan pendidikan masyarakat masih banyak yang berpikir tentang efek samping dari kb, masih percaya dengan mitos, akhirnya masyarakat masih takut menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang.

Sudah berapa persen penguna KB saat ini??

Penguna KB saat ini baru mencapai 30 % dengan menggunakan KB jangka pendek seperti suntik dan pil bahkan masih banyak masyarakat yang masih menggunakan Kontrasepsi tradisional, kita belum bisa mencapai hingga 50 % karena kendala – kendala tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *