oleh

PERKUAT NETWORKING BKKBN SIAPKAN E-LEARNING UNTUK PENYULUH KB

BelajangNews – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan bahwa penyuluhan harus tetap dilaksanakan ditengah Social Distancing yang di anjurkan oleh pemerintah, “Dalam kondisi saat ini, IT sangat penting untuk membuat penyuluhan KB dengan e-learning, setelah jadi nanti e-learning ini kita galakkan. Harapan saya justru kalau wabah virus corona ini sudah reda maka e-learning akan tetap kita pakai untuk PKB dengan memberikan materi dan modul. Dari segi anggaran ini juga lebih efisian hanya 20% anggaran terpakai daripada mengandalkan alat bantu peraga yang virtual biayanya hanya seperlima dan bisa juga dilacak jejak digitalnya”.

BKKBN juga sedang menyusun program kebijakan, contohnya Balnak atau Bina Balita dan Anak harus ada pengadaan alat peraga untuk stunting diganti dengan virtual animasi, “ini sudah dibicarakan dengan Professor Arca untuk membuat animasi dan system baru yaitu membuat jaringan baru ke dusun dengan IT. JHCCP sudah memberi dukungan dengan bantuan dana untuk jaringan ini, sehingga BKKBN juga siap mensosialisasikan bagaimana social distancing agar sampai ditingkat keluarga dengan jejaring yang jelas”, Ujar Hasto.

Hal itu diungkapkan pada acara Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama dilingkungan BKKBN yang dilaksanakan Jumat, 20 Maret 2020 di Auditorium BKKBN. “Pelantikan ini harus dilaksanakan walau dengan peserta yang sedikit, ini sekaligus melantik Kepala Perwakilan yang biasanya dilantik Gubernur dan juga sesuai arahan Presiden untuk kelancaran pelayanan public maka dilakukanlah pelantikan pada hari ini”, tambah Hasto.

Hasto mengatakan, dalam pelantikan ini ada Direktur Teknologi dan Dokumentasi yang diharapkan dapat meningkatkan penerapan teknologi informasi untuk mempercepat capaian program, memperkuat network, struktur jejaring melalui IT dengan penyuluh KB, PPKBD dan Sub PPKBD di lini lapangan. Juga dua inspektorat wilayah baru yang diharapkan dapat bekerja keras agar BKKBN berlari lebih cepat untuk menata diri mencapai Reformasi Birokrasi yang lebih baik.

Pejabat Tinggi Pratama harus mencerna, mengolah, dan merealisasikan kebijakan dan program, serta dituntut untuk mampu membangun kerjasama dan sinergi dengan berbagai K/L, perguruan tinggi, stakeholder dan mitra terkait dalam rangka menunjang tercapainya kinerja BKKBN dan mensukseskan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana).

Adapun Pejabat Tinggi Pratama yang dilantik adalah: 1) Inspektur Wilayah I: Maria Vianney Chinggih W; 2) Inspektur Wilayah III: Kusmiadi; 3) Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan : Erisman; 4) Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah : Zahwir S; 5) Direktur Teknologi, Informasi, dan Dokumentasi : Mahyuzar; 6) Kepala Pusat Pelatihan dan Kerjasama Internasional Kependudukan dan KB : Irma Ardiana; 7) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat : Tenny C Soriton; 8) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka belitung : Fazar Supriadi; 9) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu : Rusman Efendi; 10) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan : Ramlan.

Dalam kesempatan ini Hasto juga menyampaikan pesan bagi yang dilantik “Saya minta kepada Saudara agar meningkatkan etos kerja dan mewujudkan target 100 hari Pemenuhan Perjanjian Kerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing dalam rangka mensukseskan Program Banggakencana. Kerja bagus namun tidak cepat tentunya juga belum cukup, maka saya juga minta untuk bekerja lebih cepat”.

Selain itu, Hasto juga berpesan bagi keluarga Indonesia di tengah wabah virus Corona ini, “Saya percaya disituasi seperti ini bagi mereka keluarga-keluarga yang pendapatannya bergantung dari aktivitas sehari-hari, contohnya dengan berjualan, tentu hari ini sangat berat akan tetapi pesan saya sebagai tugas BKKBN membina keluarga dan kita punya tugas UPPKS itu saran saya untuk hidup hemat, tidak membeli barang-barang import, makan sehari-hari bisa dengan produk lokal. BKKBN bersama dengan mitra akan mencoba membuat alkohol dari singkong atau ubi, untuk menekan harga alcohol dipasaran dan kalau bisa tidak kami komersilkan dulu tapi akan dibagikan ke orang miskin yang membutuhkan”. (HMS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *