oleh

Ramli Pemuda Salletto “Baiknya Pilkada Jadi Ajang Adu Gagasan Kemajuan Daerah”

BelajangNews Sebanyak 270 daerah akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 9 desember 2020 mendatang. Salah satu di antaranya Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. Ramli Aktivis Muda Desa Salletto, Kecamatan Simboro berharap kontestasi ini menjadi ajang para calon, partai pengusung dan tim sukses untuk perang gagasan.

Menurutnya memilih seorang pemimpin adalah hal yang Sangat penting untuk kemajuan Bangsa ini atau kemajuan suatu daerah dan hal ini dilakukan sejak sebelum masehi namun “saya mengajak untuk  melakukan hal – hal yang sifatnya tidak merusak mindset masyarakat awam atau bahkan sampai merusak gagasan para kaum intelek, merusak pandangan generasi dalam berpolitik dengan menawarkan berbagai macam keindahan materi hanya demi kepentingan individu agar bisa menjadi seorang pemimpi” menurutnya

Selain itu Realitas Etika Politik khusunya di Kabupaten Mamuju menurutnya tidak bermoral lagi terbukti tindakan para oknum yang ia sebut sebagai para budak – budak Kandidat yang kerjanya hanya menyerang, Merendahkan pihak lawan atasannya mempertontonkan hal yang tidak layak di perlihatkan ke masyarakat awam seperti mengkritik Aib Individual seseorang.

“Bahkan lupa bahwa dirinya adalah mahluk sosial,  padahal didalam berpolitik seharusnya yang baik di lemparkan adalah gagasan – gagasan yang membangun bagai mana kemudian untuk berpolitik namun tetap menjalin dan menjaga tali persaudaraan” Ujar Pemuda Desa Salletto itu yang juga merupakan aktivis HMI

Ramli meminta kepada bakal calon Bupati dan Wakil Bupati untuk fokus 2 hal yaitu mencari jalan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat jangan mempertontonkan etika buruk dalam berpolitik dengan cara memprovokasi masyarakat untuk saling merendahakan sesama kandidat, Menawarkan ke masyarakat dengan menukarkan Selembar kertas (uang) dengan Suara sebab tindakan itulah yang akan terus menerus merusak Etika baik Politik di Sulawesi Barat.

Selain itu ia juga mengigatkan kepada Mahasiswa tetap menjadi Mahasiswa, Penyelenggara menjadi penyelenggara, TNI Polri tetap menjadi TNI Polri, ASN Menjadi ASN, Masyarakat Menjadi masyarakat dan Orang Partai menjadi orang partai semuanya menjadi diri sendiri dengan tugas masing – masing tampa melampaui batas sebagai mana yang ada tampa harus mencari Tolak ukur siapa yang paling Jago dalam BerPolitik “Mari sama – sama memperbaiki kerusakan berpolitik di Sulawesi Barat” Pungkasnya. (v)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *