oleh

Rumah dan Kantornya Roboh, Kades Botteng Utara Lakukan Pelayanan Di tenda Pengungsian.

BelajangNews – Sahril Kepala Desa Botteng Utara sebelumnya tidak menyangka akan mengalami musibah bencana Alam bersama dengan warganya.

Pada Hari Kamis, 14 Januari 2021 yang lalu Gempa mengguncang Majene dan Mamuju, dampak gempa itu dirasakan oleh masyarakat desa botteng Utara, Gempa pertama tersebut sudah merusak sebagian Rumah Warga.

Tidak disangga Gempa susulan terjadi pada Hari Jumat dini Hari pukul 2.30 WITA, tertanggal 15 Januari 2021, dengan kekuatan yang lebih dhasat yakni 6,2 SR.

Gempa itu mengakibatkan Ratusan Masyarakat, mulai dari bayi, anak kecil, orang hamil, lansia mengalami luka – luka akibat reruntuhan rumah.

Sahril Kepala Desa Botteng Utara menceritakan kejadian itu, “awalnya pada pukul 2.30 WITA Jumat subuh, saya dan istri saya berada dikamar, posisi tidur kami, istri saya diposisi kanan dan anak saya ditengah saya sendiri berada di bagian kiri, pada saat datang gempa saya merasa bergetar dan keluar kamar, begitu saya berada diluar kamar ternyata Gempa, saat saya kembali ke kamar ternyata kamar saya sudah roboh”. Katanya saat ditemui di tenda pengungsian, Kamis, 4 Februari 2021

Atas kejadian itu kepala desa botteng Utara langsung histeris karena melihat anak dan istrinya tertimbun dengan dinding rumah yang rata dengan tanah akibat guncangan gempa.

“Saya langsung histeris dan berteriak meminta tolong karena baru sadar anak dan istrinya saya tertimbun reruntuhan rumah, pada kejadian itu saya merasa istri dan anak saya sudah tidak bisa tertolong, namun Alhamdulillah ada keajaiban Allah SWT, Allah masih memberikan kekuatan dan umur yang panjang”. Ucap Sahril yang terlihat diwajahnya rasa trauma.

Lebih lanjut Sahril menyampaikan ceritanya, saat itu saya langsung mengangkat reruntuhan, untuk mengalamatkan anak dan istri saya, saat berhasil membongkar reruntuhan Sahril yang dibantu warga menemukan istri dan anaknya dalam kondisi kritis.

“Saat saya berhasil membongkar reruntuhan saya melihat istri saya seakan sudah tidak memiliki nyawa sementara anak saya menangis dengan kondisi kaki terjepit dan mengalami luka robek di bagian kaki kiri”. Sambungnya.

Setelah berhasil menyelamatkan anak dan istrinya, Sahril dan Warga setempat berusaha mencari obat untuk segera melakukan penyelamatan darurat, namun kondisi malam itu yang mencekam semua fasilitas kesehatan tertutup ditambah lagi listrik dalam kondisi padam.

“Saya meminta tolong untuk dibawa ke rumah sakit namun ada info semua tertutup pasca gempa, untungnya saya punya adek sepupu, namanya Lisa yang juga merupakan bidan desa, saat itu saya berikan penguatan untuk tidak trauma tidak panik, setelah itu bidan Lisa langsung berlari dan mengambil alat jahit di Poskesdes, Alhamdulillah saat itu bidan Lisa menemukan alat dan Langsung menjahit kaki anak saya”. Tambahnya.

Karena rumah dan Kantornya Roboh akibat gempa bumi, pelayanan masyarakat terus berjalan, kades botteng Utara melakukan pelayanan di tenda pengungsian di Dusun Sendana, Lapangan Sepak Bola, Desa Botteng Utara.

Pada kesempatan itu, Sahril juga menyampaikan belasungkawa kepada korban Gempa.

tidak lupa mengucapkan ucapan terima kasih banyak kepada Sejumlah Relawan yang hadir di desanya, dalam membantu meringankan beban warganya sebagai korban gempa.

Komentar