oleh

Sinergi Pemuda, Membangun Kesadaran Demokrasi Melalui Kampung Demokrasi

BelajangNews – Mendekati Kontestasi Pilkada 2020 Kabupaten Mamuju yang akan di selenggarakan pada 09 Desember 2020 mendatang, Cerita Demokrasi dengan Lentera Muda Kalukku Launching Kampung Demokrasi dan menggelar kegiatan Dialog dengan Tema Peran Masyarakat Sipil dalam menyukseskan Pilkada.

Kegiatan tersebut dihadiri komisioner KPU Kabupaten Mamuju Muhammad Rivai sebagai Narasumber dan Faisal Jumalang Komisioner Bawaslu Mamuju yang dipandu oleh Wahyuddin selaku moderator dengan Melibatkan Tokoh Pemuda , Tokoh Masyarakat .

Kegiatan itu dibuka oleh Kapolsek Kalukku yang berlangsung di Sinyonyoi Induk tepatnya Kedai Tirai Bambu, Senin (30/11/20).

Ketua Umum Lentera Muda Kalukku, Andy Syaputra Mengungkapkan Ada 2 hal yg identik dengan kaum muda, pemikiran dan semangat juang Pemuda untuk senantiasa dalam berbuat hal yang positif demi kemajuan Bangsa terkhusus pada daerah dan sistem demokrasi.

“Kalukku hari ini, tidak hanya berharap besar melainkan memiliki kekuatan besar dalam membangun daerahnya, di tandai dengan lahirnya berbagai komunitas, organisasi maupun gerakan yang hampir di setiap desa dan kelurahan yang ada di kecamatan kalukku.” ujarnya

Menyadari hal itu,  Lentera Muda Kalukku hadir dengan mengusung dua semangat mendasar yakni Sinergitas Pemuda dan Peran aktif untuk kemajuan daerah sebagai salah satu bentuknya adalah kampung Demokrasi.

Ditempat yang sama Hairil Amri selaku Founder Cerita Demokrasi Mengatakan bahwa Ada banyak hal yang telah di identifikasi sebagai masalah dalam demokrasi, salah satu masalahnya ialah berdiam diri atas masalah yang lalu-lalu.

“Setiap gerakan yang hendak menjawab masalah demokrasi mesti dibangun dengan konsep yang berelasi langsung dengan masyarakat. Sebab konsepsi demokrasi sejatinya tdk memisahkan antara masyarakat dengan elit politik (kepemimpinan).” katanya

Hal ini kita sadari bahwa adanya segelintir persoalan demokrasi disebabkan praktiknya mengalami penyimpangan konsepsi, akibatnya, fenomenana UU KPK, Omnibuslaw, dan lain – lain sangat sering dijumpai. Sementara perbedaan kehendak antara masyarakat dan elit politik sangat sukar untuk dihindari.

“Sebagai kelompok masyarakat sipil, tak elok rasanya hanya berdiam diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada penyelenggara saja, kaum muda mesti berpacu didalamnya”. tambahnya Haril Amri

Untuk itu “Kampung Demokrasi” kami gagas bersama dengan Lentera Muda Kalukku dan tentu Berbagai dukungan juga datang dari KPU dan Bawaslu Selaku Penyelenggara. Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda , dan berbagai element masyarakat Hingga Kapolsek Kalukku. (rls/bl)

Komentar