oleh

Soal Kasus Novel, Ketua Umum PERMAHI: Jokowi Lepas Tanggung Jawab

Belajangtv.com, Jakarta – ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional M. Andrean Saefudin, menuding Presiden Jokowi lepas tanggung jawab atas upaya pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

“Presiden lepas tanggung jawab terhadap kasus Novel awal Januari 2019 kami atas nama organisasi sudah melayang Somasi Terbuka kepada Presiden. Namun, respont istana hanya Pasif. Sementara korbannya sudah jelas, sekarang mata kiri S

Saudara Novel sudah semakin parah walaupin Mata Kanan Alhamdulillah masih bisa melihat dengan bantuan kaca mata ,” kata M. Andrean Saefudin dalam keteranagan tertulisnya, Kamis (18/7/2019).

Namun kenyataannya, kata M. Andrea, Presiden Jokowi terkesan lepas tangan terhadap upaya pengungkapan kasus Novel. Padahal kasus penyiraman air keras terhadap Novel terjadi sejak 11 April 2017 silam.

“(Padahal) kewenangan tertinggi (penegakan hukum) itu hanya ada pada Pangti, Pangti itu menurut undang-undang pada Presiden,” ungkapnya.

Andrean juga mengkritik kinerja aparat kepolisian dalam upaya pengungkapan kasus Novel. Meskipun Polri sudah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF), namun faktanya tim tersebut gagal mengungkap dalang penyerangan tersebut.

“Kami sudah memprediksi sejak awal dibentuknya TPF oleh Polri ini, sehingga kami tidak kaget (dengan kinerja TPF),” paparnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *