oleh

“TOLAK OMNIBUS LAW” Begini Pernyataan Sikap PERMAHI Mamuju

BelajangNews Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Mamuju  (GERAM) menyambangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat melakukan aksi demonstrasi di depan halaman kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat. Senin (16/03/20)

Aliansi Mahasiswa Se Kabupaten Mamuju yang tergabung dalam organisasi nasioanal, organisasi daerah dan perwakilan BEM  diantaranya Perhimpunan Mahasiswa hukum Indonesia (PERMAHI), GMNI ,PMII,FPPI,BEM Fakultas Hukum UNIKA, BEM Fakultas Tehnik UNIKA, Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Utara ,Gerakan  Pelajar Mahasiswa Aralle,KOMKAR,dan MAPER satu persatu menyampaikan orasi ilmiah, dalam orasinya mahasiswa Mamuju menyatakan dengan tegas  “TOLAK OMNIBUS LAW”

Aksi unjuk rasa yang di lakukan di halaman kantor DPRD Sulawesi Barat tersebut mengangkat tema “omnibus law logika hukum yang gagal pukul balik neoliberalisme dan kapitalisme”.

GERAM melayangkan tuntutan untuk di dengar dan di tindaki oleh DPRD sulawesi barat.

Tuntutan kawan kawan mahasiswa hanya satu dalam kesepakatan teklap sebulumnya, Yaitu tolak dan gagalkan omnibuslaw. Kata Koorlap Aksi, Muh radit yang juga merupakan Ketua DPC PERMAHI Mamuju

 ” omnibus law adalah persilingkuhan bisnis pemerintah yang di dalamnya lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan dan masyarakat kecil seperti buruh ,tani, nelayan yang merasahkan imbas negatifnya ,seperti pengaplikasian upah per jam, serta pengahapusan amdal dan IMB serta omnibus law juga sangat memanjakan para pengusaha dengan memberikan potongan pajak besar besaran bahkan pengahapusan pajak diveden  terhadap perusahaan asuransi”. katanya

Radit aktivis hukum itu menambahkan jika alasan pemerintah bahwa dengan omnibus law kita merampingakan perundang – undangan, maka  mahasiswa mengatakan buulshit merampingkan dan menyelipkan kepentingan pribadi itu sama halnya dengan penindasan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *